Wednesday, May 15, 2013

Oh man, please. Gue masih anti dan akan selalu anti dengan cowok genit!

Thursday, May 2, 2013

Pernah ngerasain tiba-tiba lo butuh ngomong sama orang yang dulu pernah ada di masa lalu lo? Lalu melihat dia sliweran di timeline twitter lo? Dan kebetulan sahabat lo, nge-chat lo cuma mau ngasih foto lo berdua sama dia dulu?
It just happend to me.

I think i healed but the fact hasnt been.

We dont believe it until it happens to us

Tuesday, April 30, 2013

Tolong jangan menangis. Tetap tersenyum ya. I really love your smile. Senyum yang beda ketika kau memandangku. Senyum yang tidak kau tunjukan ke pada orang lain selain aku. Sungguh, aku tidak ingin melihat mata yang biasa kau gunakan untuk memandangku dengan penuh cinta dan kasih itu basah. Bibir yang biasa kau gunakan untuk mengatakan cinta padaku itu bergetar. 

Thursday, December 20, 2012
See, how silly you are @armandageraldy  kelakuaaan (at Piazza Gandaria City)

See, how silly you are @armandageraldy  kelakuaaan (at Piazza Gandaria City)

Sunday, December 16, 2012
You have no idea how much i miss them for the all moments that we’ve been through. They are one of the best part of my life in super awesome high school life. Thanks for the beautiful friendship, my precious

You have no idea how much i miss them for the all moments that we’ve been through. They are one of the best part of my life in super awesome high school life. Thanks for the beautiful friendship, my precious

Saturday, December 8, 2012
Say my name, i just want to hear you♫♪ (at Jakarta Clothing, Parkir Timur Senayan)

Say my name, i just want to hear you♫♪ (at Jakarta Clothing, Parkir Timur Senayan)

Saturday, November 3, 2012
@triputera (at roppan ロッパン)

@triputera (at roppan ロッパン)

Saturday, October 13, 2012

Nisa terlihat melamun sepanjang pelajaran berlangsung, memikirkan dan merenungkan kembali apa yang telah dia perbuat. Teman-teman dekatnya kini menjauhinya, tanpa dia tau apa yang telah dia lakukan. Tidak ada seorang pun yang memberitahunya, jangankan memberi tau apa yang salah dengannya. Bicara pun mereka tidak ada yang mau. Mereka justru menghindari Nisa jika Nisa mendekat ke arah mereka.

“Kenapa ya temen-temen pada aneh banget hari ini… Mereka ngejauhin gue, diemin gue. Apa gue ngelakuin sesuatu yang salah? Kenapa nggak ada yang ngasih tau?” gumam Nisa dalam hati. 

Nisa pun mencoba mendekati Tyas yang sedang bersama dengan teman-temannya yang lain. Namun beberapa saat kemudian….

” Sya, temenin gue ke toilet yuk.” ajak Tavi 

“Yuk deh, gue juga males nih di kelas.” Asya mengiyakan ajakan Tavi

“Bareng dong, gue juga mau ke kantin nih, laper belum sarapan tadi di rumah.” ujar Puteri.

Tyas langsung membelalakan matanya ke arah teman-temannya yang ingin keluar kelas dan membiarkan Tyas berdua dengan Nisa.

“Lo mau ikut juga yas? ayolah cepetan kalau mau ikut.”

“Nggak deh, gue di kelas aja. Males keluar.”

Sepeninggalan teman-temannya, Tyas tidak juga mengajak bicara Nisa, sampai pada akhirnya…

“Yas, pada kenapa ya sama gue? kok gue dateng malah pada pergi? ngediemin gue juga… Emangnya gue kenapa?” 

“Emh… Nggak tau Nis, perasaan lo doang kali ya. Mungkin mereka emang lagi mau ke toilet.”

“Hmm? Serius nih Yas nggak ada apa-apa?”

“Emang kenapa?”

“Ya enggak, gue ngerasa tiba-tiba semenjak pulang sekolah kemarin, kalian pada berubah sama gue… Gue gak tau kenapa tiba-tiba pada ngediemin gue. Dan pagi ini, malah pada pergi pas gue dateng.”

“Oh… Perasaan lo doang kali.”

Beberapa saat sebelum bel masuk berbunyi Asya, Tavi dan Puteri kembali ke kelas. Dan Nisa sudah kembali ke tempat duduknya.

“Gila lo, ninggalin gue berduaan doang sama Nisa kayak tadi. Dia nanya tuh kenapa tau-tau dia didiemin trus kenapa kalian pada pergi waktu dia dateng nyamperin kita.” 

“Haha lagian lo gak mau diajak keluar yas, siapa suruh.” Ujar Puteri.

“Ya gak enak kali Put, kalian tiba-tiba pergi trus gue juga ikutan pergi pas dia dateng…”

“Trus tadi lo jawab apa waktu dia nanya kenapa kita diemin?” tanya Asya

“Ya gue jawab sekenanya aja, habisnya gue bingung mau bilang apa ke dia. gue bilang, perasaan dia doang kali.”

“Yaaa siapa suruh ternyata dia jahat banget jadi orang, nggak nyangka banget gue.” Tavi sambil memakan roti cokelatnya.

“Selamat pagi anak-anak…” tiba-tiba Ibu Aryi, guru matematika telah memasuki kelas.

“Loh kok dia udah dateng sih?! Kan belum bel masuk…” gerutu Puteri

“Tau tuh, ngeselin banget. Masuk sebelum bel, keluar kelas pas udah bel.” Jawab Asya sambil mengambil tasnya untuk pindah ke tempat Tyas.

“Loh mau ke mana sya?” Tanya Nisa. Asya langsung menoleh ke arah Tyas tanpa menjawab pertanyaan Nisa secara langsung.

“Yas, gue duduk sama lo ya. Selama Rani pergi.” Ujar Asya sambil berlalu menuju tempat duduk Tyas. Nisa pun tertunduk sedih, melihat sikap teman semejanya yang tiba-tiba saja sikapnya berubah drastis kepadanya tanpa dia tau apa penyebabnya.

                                             ————-

“Jadi kita harus gimana nih sama Nisa? Kasian juga sih, tau-tau kita ngediemin dia tanpa dia tau kenapa.” Tanya Tyas. Saat mereka berada di kantin ketika waktu istirahat.

“Ya sampai dia introspeksi diri ajalah, malesin banget sih.” ujar Tavi dengan ketus.

“Ya masalahnya, gimana dia mau introspeksi diri. Kejadian dia ngelakuin hal itukan udah lama banget, sekitar setahun yang lalu. Tapi kok kita bisa nggak sadar ya dia sejahat itu?” Puteri.

“Gak tau deh, kayaknya kita orang terakhir yang tau deh kalau dia emang jahat sebenernya. 

Friday, October 12, 2012
If i could bottled smell of the wet land after the rain (Taken with Instagram)

If i could bottled smell of the wet land after the rain (Taken with Instagram)

Sunday, October 7, 2012

When u miss ur old life with ur old bestfriends who never get replaced with anyone else…

Friday, October 5, 2012
  • ME: "AGEEE CEPET SEMBUH YAA"
  • ECA: "IYA NADAAAA MAACIH"
  • ME: "DIKECUP DULU BINTITNYA :*"
  • ECA: "DEMI ALLAH SWT TADI PERTAMA KALI GW BACA TITITNYA -_-
  • ME: "...................."
Friday, September 28, 2012
Festival Kuliner  (Taken with Instagram)

Festival Kuliner  (Taken with Instagram)

Tuesday, September 25, 2012

“Bali yuk? ntar perpisahan kita harus ke sana ya. bareng-bareng!” aku membujuk sahabat-sahabat ku yang sedang duduk-duduk menikmati suasana pagi hari di depan kelas. “alah palingan ngomong doang.” a berkata sambil menguyah beberapa kuaci yang tadi dia sudah buang kulitnya. “iya palingan cuma rencana-rencana doang, dari dulu juga ngomongnya begitukan kita haha.” b mengiyakan ucapan a. “huh, kenapa sih kalian mah. makanya jangan ngomong doang. ayo dong please bangeeet, pengen gitu rasanya pergi yang lamaaa dan jauuuuh sama kalian. all the time that we have, never will be enough to spend with you guys.” aku masih berusaha untuk membujuk mereka. ” haha lagian masih lama sih, liat aja nanti kita nabung dulu kali.” d teman semeja ku itupun akhirnya menanggapi disela-sela keasikannya yang sedang bermain games di smartphone-nya itu. “huh karena masih lama itu, ayo kita rencanain dulu aja. yaaa berandai-andai dikitlah trus ayo please serius nabung. gue gak akan ngomong doang deeeh.” aku masih berusaha meyakinkan semua sahabatku ini. “iya r iyaaaa gampang deh itu mah bisa diatur. fokus aja sama ujian kita dulu ntar, perpisahan mah gampang deh haha.” e berusaha menenangkan aku. ” yaudahlah, palingan mah gak akan pernah jadi nih rencana.” kata ku pasrah. 

Tiba-tiba pembicaraan itu kembali terngiang di pikiran R. Pembicaraan asal dia dengan sahabat-sahabatnya ketika masih berada di SMA dulu. “aaah benerkan, rencana sama anak-anak mah ngomong doang, sampe kita udah misah-misah kayak gini pun tetep gak jadi. gak akan pernah kejadian kayaknya.” R mengguam sendiri mengingatnya. tiba-tiba hpnya berdering tanda panggilan masuk “woy lo di mana? gue di mall nih, sini yuk!” suara f terdengar dari sebrang telfon sana. “ah? gue lagi di rumah sih, kebetulan lagi gak ada kelas. oke setengah jam lagi gue sampai ya haha.” R segera menutup telfon dan langsung bersiap-siap pergi.

“kamu mau ke mana?” suara mama tiba-tiba terdengar dari arah dapur. ” mau ke mall mah sama f, bosen juga di rumah hehe.” r menuju dapur untuk berpamitan dengan mama.

“ah kamu pergi terus, bantu-bantu mama dong jangan main mulu.”

“ih mama, kapan aku pergi terus? palingan juga pergi ke kampus aja, hehe iya ntar hari minggu aku bantu-bantu mama. aku pergi dulu ya ma.” kata r sambil menciup pipi dan menyalimi tangan mamanya. 

“dasar kamu, yasudah hati-hati ya kamu di jalan. jangan lupa shalat dan makan!”

“iya maaah, assalamualaikum”

“waalaikumsalam”

“Katanya setengah jam nyampe, tapi sejam kemudian baru dateng lo r.” ucap f misuh-misuh.

“Hehehe macet tau tadi.” R membela dirinya.

“Halah, janjian sama lo mah ngaret satu jam kali r. kebiasaan lo.”

Memang di antara teman-temannya yang lain, R ini sering sekali ngaret kalau mereka sedang janjian untuk ketemu. Ngaretnya bisa sampai sekitar satu jam. Untuk menghindari ngaretnya R, teman-temannya akan memajukan satu jam lebih awal dari waktu yang telah mereka sepakati tanpa memberitahu R jam yang sebenarnya. 

“Eh iya, anak-anak pada nggak pulang ya? kan udah libur semester juga. huh!” ujar F

“Belum tau sih, kayaknya sih mereka pulang f. tapi belum tau tuh kapan.” “eh f.. lo inget gak rencana kita dulu?”

“rencana yang mana r? rencana kita kan banyak.”

“itu loh